Indikator
  • Undercontruction

LSN 2017 Regional Kalimantan II

Home / Olahraga / LSN 2017 Regional Kalimantan II
LSN 2017 Regional Kalimantan II Tim Jurnalis FC jelang laga eksebisi Pembukaan Liga Santri Nusantara 2017 Regional Kalimantan II (Kalimantan Barat) di Padang Ball Keboen Sajoek, Pontianak. Selasa (12/9/2017). (Foto : Istimewa)

PONTIANAKTIMES, PONTIANAK – Meski telah mempersiapkan dengan matang dan berangkat dengan strategi jitu, Jurnalis FC tetap belum mampu keluar dari kutukannya. Jurnalis FC mati kutu saat menghadapi Tim Gerbang Tani Kalbar.

Tim Jurnalis FC mendapat kehormatan dari Panitia Liga Santri Nasional 2017 Regional Kalimantan II (Kalimantan Barat), tampil pada laga pembuka eksebisi melawan Gerbang Tani. Dalam laga  di Padang Ball Keboen Sajoek Pontianak, Selasa (12/9/2017) sore, Gerbang Tani 3-0.

Tim yang berasal dari berbagai jurnalis di Kota Pontianak baik elektronik, cetak dan online tersebut kerap mendapat undangan laga eksebisi, namun dalam penampilannya belum pernah memperoleh kemenangan, kekalahan adalah hasil yang selalu mereka tulis di media masing-masing.

“Tim ini prestasinya lebih buruk daripada Persipon, tapi ya tim yang selalu dibela...,” tulis Galih Nofrio Nanda, jurnalis Tribun Pontianak di laman facebooknya diserta foto bersama Tim Jurnalis FC bersama Gerbang Tani sebelum laga dimulai serta link berita kekalahan Jurnalis FC yang terbit di Tribun Pontianak versi online.

Dalam eksebisi pembukaan LSN 2017 Regional Kalimantan Barat II, Jurnalis FC masuk lapangan dengan misi besar, yakni menang adalah mutlak baginya.

Di babak pertama, Jurnalis FC mampu menahan imbang tanpa gol Gerbang Tani yang diperkuat oleh pemain terbaiknya, namun di babak kedua, baru beberapa menit, Jurnalis FC kebobolan hingga akhirnya laga tersebut usai dengan skor 0-3.

“Kita punya banyak peluang, namun penyelesaian akhirnya kurang. Harap maklum saja, kita hanya suka-suka dalam hal sepak bola, namun menang sekali saja merupakan asa bagi kami. Karena selama ini kami (Tim Jurnalis) tak pernah menang. Baik lawan SKPD, kepolisian, atau lainnya,” ujar Meidy Kadafi, Fotografer Pontianak Post.

Dwi Nardy dari Kompas TV yang menjadi juru taktik di tepi lapangan menuturkan, ia bersama rekannya tetap akan menerima bila ada permintaan laga eksebisi dari manapun.

“Selain olahraga adalah kebutuhan, melalui olahraga kami juga ingin menjalin hubungan lebih dekat dengan para mitra kami di lapangan. Dan yang terpenting kami ingin merasakan bagaimana indahnya menang dalam permainan sepakbola, meskipun hanya laga eksebisi,” ucapnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com