Indikator
  • Undercontruction

Travelling Usai Putus Cinta Jadi Trend

Home / Gaya Hidup / Travelling Usai Putus Cinta Jadi Trend
Travelling Usai Putus Cinta Jadi Trend ILUSTRASI - Travelling (Foto: TIMES Indonesia)

PONTIANAKTIMES, JAKARTA – Putus Cinta memang menyakitkan. Banyak cara yang dilakukan oleh seseorang untuk melampiaskan sedih dan marah pasca putus cinta. 

Travelling menjadi salah satu cara untuk mengobati luka hati. Bahkan saat ini banyak postingan foto para traveler patah hati populer di media sosial.  

Berlibur, bagi banyak orang sangat penting sebagai sarana untuk keluar dari rutinitas harian, secara fisik dan psikologi. Dr Michael Brein, seorang psikolog sosial, mengatakan konsep serupa bisa diterapkan dalam kasus traveling usai putus cinta.

''Jadi, mengapa berlibur banyak bermanfaat dan spesial bagi seseorang, karena ini adalah bentuk pelarian secara fisik dan psikologis dari rutinitas Anda,'' katanya.

Traveling-2Acdq9.jpg

Menurutnya dengan berlibur ke tempat baru dapat memberikan kesempatan seseorang untuk mengeksplorasi hal yang belum diketahuinya dan menghidupkan kembali rasa keingintauannya. 

Seseorang bertemu orang baru tapi tanpa beban emosional, sesuatu yang kebanyakan kita sukai, terutama setelah akhir hubungan.

Sementara itu Dr Jessica O'Reilly, ahli seks dan hubungan Atroglide mengatakn travelling dapat meningkatkan fungsi kognitif.

"Apakah Anda sedang menjelajahi tempat baru, bertemu orang baru, atau hanya mencoba menguasai beberapa kata dalam bahasa baru, traveling memiliki potensi untuk meningkatkan fungsi kognitif," kata dia. 

Kesimpulannya dari semua gagasan ''move-on" adalah untuk memecahkan hambatan mental, mendorong diri sendiri selangkah lebih maju, dan tidak ada yang bisa lebih baik daripada melakukan perjalanan untuk mencapainya. 

Traveling tanpa gangguan dapat menenangkan tubuh dan pikiran Anda, dengan demikian menjadi salah satu cara penyembuhan dan tekanan yang lebih baik. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com